[2MIN] Love Like This Chapter 1

Tittle : Love Like This Chapter 1

Author : Lidya

Main Cast :

–          Lee Taemin as girl

–          Choi Minho as boy

–          and other ^^

Pairing : 2Min, Onkey, and many more ^^..

Genre : Romance

Rating : T

Length : Chaptered

*note: Big Thanks for everyone who read my ff..
please don’t be a Silent Reader..
i need your comment.. Once again, Thankss.. ^^

***

Minho POV

Aku melangkahkan kakiku menuju mejaku. Sebenarnya sejak aku masuk tadi, mataku langsung menangkap sosoknya. Yeoja aneh itu. Yang berteriak minta dibukakan pintu gerbang. Aish, padahal dia baru kali ini kulihat. Tapi kenapa aku begitu memperhatikannya?. Kucoba seakan aku tidak melihat kearahnya. Sesantai mungkin aku berjalan. Semua mata menuju padaku selain yeoja itu.

Aish!! Heran, kenapa dia seakan-akan tidak tertarik padaku?
Jujur saja, karena selalu menjadi pusat perhatian, risih rasanya jika ada orang yang tidak memantau gerak-gerikku. Aku tidak terima. Dia harus memandangku!.

“Minho-ya..” kudengar suara yeoja yang duduk di depan bangkuku. Kalau tidak salah, namanya adalah Yuri.

“Heemm??” jawabku tetap cuek, tidak mengalihkan pandanganku dari pak Wanted -aku tidak tau dari mana nama itu berasal, tapi siswa disini memanggilnya begitu-.

“Kau sudah punya kelompok akuntansi belum? Kebetulan aku belum punya pasangan!” dari sudut mataku kulihat teman semejanya seperti kesal mendengar ucapan Yuri. Pasti dia sebelumnya yang menjadi pasangan Yuri.

“Mianhae, tapi sepertinya aku tidak akan mengerjakannya!” ujarku mematahkan semangatnya. Kudapati lagi temannya itu seperti sedang tersenyum mengejek.

“MWO? Wae? Itu kan penting untuk nilai kita?” kata-katanya sengaja dicentil-centilkan. Tangannya menutup sebagian mulutnya, seakan-akan mendengar berita yang paling mengejutkan.

“Bagiku itu tidak penting!!” sahutku tajam dan mantap, berusaha sesinis mungkin agar dia berhenti menggangguku.

“Ahh, aku lupa bahwa kau adalah Choi Minho. Anak pemilik sekolah ini. Tentu saja kau tidak perlu belajar untuk dapat nilai bagus. Ahh, aku ingin menjadi sepertimu!” bila orang lain mendengarnya, mungkin saja itu berupa pujian. Tapi tidak untukku.

Aku kesal!. Ingin sekali aku menyangkal apa yang dikatakannya. Tapi apa yang dapat kuperbuat?. Semua yang dikatakannya memang benar adanya. Aku adalah anak dari Choi Siwon, salah satu orang yang berpengaruh di negeri ini. Tak perlu berusaha untuk mendapatkan sesuatu, semua sudah tersedia. Walaupun appa selalu memaksa kami untuk berusaha sendiri, tapi tetap saja orang yang takut padanya memperlakukan kami seistimewa mungkin.

Mungkin karena itu aku menjadi seperti ini, seorang pemberontak. Melakukan apapun semauku. Terserah itu akan membuat appaku yang kejam seperti singa itu menghukumku. Aku tak peduli.

Dulu aku tak begini. Tidak, sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa eomma 6 tahun yang lalu. Sejak saat itu aku kurang mendapat perhatian dari appa. Dia mengalihkan rasa kehilangannya dengan bekerja. Lain lagi dengan kakakku, Kakakku satu-satunya. Saat itu dia yang masih berumur 15 tahun pindah ke California untuk meneruskan sekolahnya. Dia mengajakku untuk ikut dengannya, tapi aku tahu dia terpaksa pindah kesana agar tidak terus larut dalam kesedihan.

Tapi bagaimana denganku? Aku tidak tau melampiaskan kesedihanku dengan cara yang bagaimana. Akhirnya, aku tumbuh tanpa ada kasih sayang dari appa. Aku kesepian.

***

2 hari kemudian..

Author POV

“Nah anak-anak, semua sudah mendapat pasangan masing-masing kan?” terdengar suara bu Lela saat hendak memulai pelajaran.

“sudah buu..” jawab anak-anak serempak.

“taapi bu..” Taemin mengangkat tangannya, kemudian berkata lagi setelah yakin bu Nurlela melihat kearahnya, “saya belum punya pasangan..”

“ahh taemin, Benarkah? Bukankah disini siswa ada 40 orang? Kenapa bisa lebih satu?” si guru kelihatan berpikir sejenak sebelum akhirnya berkata lagi, “Ayo, Siapa lagi yang belum mendapat pasangan?”

“Saya bu!” terdengar sebuah suara yang pasti berasal dari seorang CHOI MINHO !!

“Nah Taemin, itu kau sudah mendapat pasangan. Bekerja samalah dengannya. Ingat, Tugas dikumpulkan 3 hari lagi. Jangan terlambat !” sang guru mengucapkan kata-katanya dengan tegas.

“Apa tidak lebih baik bila saya mengerjakannya sendiri bu?” Taemin kelihatannya tidak berminat berpasangan dengan Minho.

“Maaf taemin. Tapi disini kalian juga dituntut agar bisa bekerja sama dengan orang lain. Apa kamu ada masalah dengan Minho?”

“Ahh, tidak bu.. Saya hanya belum terbiasa dengannya” jawabnya ragu.

“Sebaiknya kau membiasakan diri, Taemin. Minho anak yang baik” ibu Nurlela mengatakan hal itu sambil tersenyum pada Minho kemudian menyambung perkataannya lagi “Nah anak-anak, ayo… Duduk bersama teman sekelompok kalian!.”

Dan para siswa bergerak secepat yang mereka bisa.

Author POV end

***

Minho POV

Aneh, kenapa anak ini seperti tidak senang dipasangkan denganku? Sudah 2 hari ini dia mengenalku, tapi kenapa dia tidak mengejarku seperti yeoja lain? Apa matanya ada kelainan?

Dari tadi dia juga tidak menjelaskan apapun padaku. Padahal sudah sangat jelas bahwa aku membutuhkan bantuan darinya. Eh, dia justru asyik dengan lembaran-lembaran tugas itu. Kalau bukan karena kata-kata Yuri itu, mana mau aku mengerjakan soal membosankan ini. Lagipula, aku juga ingin tahu kenapa yeoja ini sangat cuek padaku.

Heum, apa dia lupa ini tugas kelompok? Seharusnya kan sesama kelompok harus saling membantu?
Dia harusnya mengajariku mengerjakan segudang soal ini. Tapi yang pasti aku tidak akan bisa mengajarinya. Hahaha ~

Ahh, sudahlah.. Sebaiknya aku cari cara lain. Kucoba membuka buku paket yang kelewat tebal itu. Aku pura-pura berkonsentrasi tapi yang kudapat hanya nihil.

Kuhembuskan nafasku kesal sambil menutup buku itu. Kulirik sekitarku dan mendapati bahwa mereka juga tengah sibuk berkutat dengan kertas masing-masing. Yuri saja yang dari tadi berniat membantuku sedang terlihat berkonsentrasi dengan penjelasan Sunny.

Aish, tidak ada cara lain. Akhirnya kutatap satu-satunya wajah yang duduk di depanku. Kuhadapkan soal itu kearahnya kemudian bertanya sambil menunjuk salah satu soal.
“Hei kau.. Bagaimana cara mengerjakan soal ini?”
Dia menatapku dengan pandangan tak percaya..

“Ini saja kau tak bisa? Sudah berapa tahun kau bersekolah?” perkataannya mengejutkanku. Dia pikir aku sebodoh itu?. Memang nya aku salah bila tidak memperhatikan guru bila menerangkan?. Ya, ya, memang aku salah. Tapi sebaiknya mereka lebih menyalahkan appa yang membuatku seperti ini, bukan aku..

Minho POV end

Taemin POV

Aish, ternyata pasanganku ini bodohnya minta ampun. Sudah kuduga dia hanya mengandalkan harta appanya dan ehm, wajah tampannya itu. Ya, aku memang sudah mengetahui siapa dia. 2 hari sudah cukup untuk tau siapa dia sebenarnya. Kulihat yeoja-yeoja di sekolah ini sudah tergila-gila padanya. Tapi jangan harap aku terpesona juga. Tidak akan, dan jangan sampai terjadi!.

Ahh, sepertinya dia kaget mendengar perkataanku tadi. Aish, aku jadi agak menyesal mengatakannya. Biar bagaimanapun juga, kata-kataku tadi memang kasar. Dan lagi dia kan sekelompokku, sudah wajib bila aku membantunya.

“Baiklah, apa yang tadi mau kau tanyakan?” mengalah disaat seperti ini sepertinya akan lebih baik.

“Ini… Aku tidak paham bagaimana mengerjakannya” dia menunjuk nomor 1. Mukanya seperti menahan rasa kesal. Aish, bukannya yang seharusnya kesal adalah aku? Soal sederhana seperti itu saja dia tidak tau.

“Ck.. Ck.. Ck.. Apa kau memang tidak tau? Kau kemanakan pelajaran yang sudah diajarkan di sekolahmu dulu? Apa tertinggal di sekolah lamamu?” ahh, kenapa aku berkata kasar lagi? Apa mulutku ini tidak bisa direm?

“Ya! Kenapa bicaramu kasar sekali? Apa aku salah minta bantuanmu? Sudahlah, lupakan.. Lebih baik aku bertanya pada Yuri!”

“Ya!!” kutarik tangannya ketika kulihat dia hendak beranjak pergi. Aku harus melakukan ini, kulihat ibu Nurlela sudah mulai memperhatikan kami. Aku tidak mau reputasi yang sudah kubangun hancur karena namja didepanku ini.

“Jadi kau menyerah, hehh? Jadi kau mau mengajariku?” nadanya sungguh membuatku muak. Tapi apa boleh buat, aku harus lebih bersabar.

“Sebaiknya kau tutup mulutmu kalau tidak mau kurobek!” ancamanku kali ini sepertinya manjur, karena dia segera mengatupkan mulutnya dan perhatiannya tertuju ke arahku.

Taemin POV end.

***

Author POV

“Hei Taemin, kenapa mukamu kau tekuk begitu? Apa ada yang salah?” Key datang menghampiri Taemin ketika pelajaran akuntansi berakhir.

“Ahh, aku tak tau Key. Mungkin ada yang salah dengan otak si anak emas itu” jawab Taemin sambil merenggangkan kedua tangannya.
“Heiy, aku lelah sekali dan kau justru bersenang-senang dengan onew. Sejak tadi, setiap kuperhatikan kau pasti sedang tersenyum menatapnya. Aih, aku sirik padamu Key!”

“YA!! Kau pikir siapa tadi yang tidak sirik melihatmu dengan minho? Setiap yeoja disekolah ini pasti menginginkan sekelompok dengannya. Tapi kau? Aish, kau memang aneh!”

“Hey, hey.. Kalau diizinkan, aku juga mau bertukar pasangan. Asal kau tau, mengajarinya seperti mengajari anak idiot!”

“MWO? APA KATAMU? ANAK IDIOT? MENGAJARIKU SEPERTI MENGAJARI ANAK IDIOT? MEMANGNYA SUDAH SEPINTAR APA KAU?” tanpa diketahui oleh Taemin dan Key, ternyata Minho sejak tadi sudah menguping pembicaraan mereka berdua.

“Eh, Minho.. Sejak kapan kau ada disini?” Taemin agak tergagap ketika mendengar teriakan Minho, sedangkan Key hanya terpaku tidak terbiasa dengan perlakuan seperti itu.

“TIDAK USAH MENGALIHKAN PEMBICARAAN! AKU MEMANG TAU AKU BODOH, TAPI TIDAK USAH MENGATAIKU IDIOT. MEMANGNYA KAU SEHEBAT APA? JAWAB AKU!” orang-orang mulai ramai berdatangan, tapi Minho tetap tidak memelankan suaranya.

“Sudahlah minho-sshi, mianhae sudah membuatmu marah. Sebaiknya hal ini selesai sampai disini. Aku tidak mau membuat masalah minho~sshi. Sudahlah” jawab taemin akhirnya.

“YA!! JADI KAU TAKUT? APA AYAHMU MENGAJARIMU UNTUK SELALU LARI DARI MASALAH? WAH, AYAHMU TERNYATA PECUNDANG!!” hal itu terlontar dari mulut Minho ketika Taemin hendak melangkahkan kakinya.

PLAKKK!!

Tamparan cukup keras berhasil menutup mulut Minho. Cetakan tangan Taemin terpampang jelas di wajahnya yang mulus.
“JANGAN PERNAH MENJELEK-JELEKAN AYAHKU!” airmata mulai merebak dari disudut mata Taemin. Dia berlari secepat yang ia mampu, Meninggalkan teman-temannya dalam kebisuan. Meninggalkan Minho yang terlihat bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

“Sebaiknya kau segera minta maaf dengannya. Dia selalu sensitif bila ada yang membawa-bawa nama ayahnya. Dia sangat menyayangi mendiang ayahnya” Key mengatakan hal itu tanpa memalingkan pandangannya sedikit pun dari arah kepergian Taemin.

“MWO? Apa maksudmu? Mendiang ayahnya? Apa ayahnya sudahh..??” Minho hanya melihat Key menganggukkan kepalanya. Minho terlihat bersalah. Amat bersalah.

TBC

***

Heeeii.. akhirnya gue ngepost ff ini juga di blog ini. di komen yaa guys, gue butuh saran nih. buat perbaiki komen komen gue lagi. oo iyaa, sebelumnya gue emang udah ngepost ff ini di blog pribadi gue. jd ini murni punya gue. bukan copaste. ooiyaaaaa, big thanks buat semua yang mau nyempetin baca ff ini yaaah ^^

Advertisements

2 thoughts on “[2MIN] Love Like This Chapter 1

    • hoo. ini sebenernya udah nyampe chapter 6. tapi di blog pribadi mimin. karena menurut admin ff ini kurang diminatin, jadilah admin hanya nerusin di blog pribadi. kalo masih mau baca, sok mampir ke allmystory.wordpress.com 🙂 makasih udah mau nyempetin ke blog kita *bighugs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s