About Dance Melody

Just an ordinary girl :) Who's very love SUPER JUNIOR especially EUNHYUK ^^

[Chapter 2] Story About My Marriage~

Tittle : Story About My Marriage  [Chap. 2]

Author : Dance Melody

Genre : Sad, Romance

Length : Chaptered

Cast : Lee Hyukjae .aka. Eunhyuk

Park/Lee Eunmin

Super Junior’s Member

POV : Semua POV diambil dari POV Eunmin 🙂

Disclaimer : The stories is MINE ! Eunhyuk too :p #diinjekJewels

NB : Di part ini aku gak jadi kasi NC, soalnya comment di part pertama gak ada yang nanggepin NB author pas ending -,-*cry*. Jadi part ini so pasti NO NC … paling cuma chu~ chu~ doang gak lebih M *Ceritanya author ngambek* -.- O.iya mianheyo kalo ada typo.

Don’t Forget R-C-L ok? Happy Reading :*

 

***

Sesaat setelah selesai membereskan dapur, eunhyuk menghampiriku kemudian mengajakku ketempat yang ia maksud.

 

“Oppa, kita mau kemana sih?”tanyaku ingin tahu.

 

“Kemana yah? Kau mau kemana?”jawabnya membuatku memutar bola mataku.”Nahh~ kita sudah sampai!!”ujarnya

 

***

 

Kau percaya, dimana aku sekarang? Sungguh, aku tak percaya dengan semua ini. Pantai ini, Villa ini, Pohon dan ayunan ini masih sama seperti dulu. Tempat ini dulu menjadi tempat terfavoritku saat masih tinggal bersama appa dan eomma juga ke-2 dongsaengku.

 

 

“Oppa…”aku menangis. Aku bukan menangis karena sedih, tapi aku menangis bahagia, aku terharu.

 

“Shhss…..Uljima. Aku tau kau rindu orang tuamu, mungkin ini sedikit bisa membayarnya? hm?”ucapnya

 

“Aku … Aku … oppa~~ gomawo, jeongmal gomawo!!”kataku, menghambur kepelukannya.

 

“Ini terakhir kalinya aku melihat mu menangis, setelah ini aku tak ingin lagi melihatmu begini. yaksok?”

 

“Ne, yaksokheyo.”balasku.

 

“Sekarang, kajja… kita masuk,”ujarnya lalu menggenggam tanganku.

 

Appa, eomma nae dongsaeng… aku disini, di villa kita. Tak ada yang berubah, boneka Raemin, mobil-mobilan Gomin masih di sini… masih di tempatnya… semuanya tak ada yang berubah. Jujur, rinduku sedikit berkurang mengunjungi villa ini lagi. Aku ingat appa membelikan villa ini untuk eomma saat anniversary pernikahan mereka. Aku masih tak menyangka eunhyuk membawaku ke tempat ini. Tapi, dari mana dia tahu dengan semua ini?

 

Aku menghapus air mataku, aku sudah berjanji padanya agar tak menangis lagi. Ne, aku tidak akan menangis lagi. Aku mencarinya di seluruh penjuru (?) villa ini tapi tak juga ku dapati dia. Sampai akhirnya aku melihanya duduk bersama dengan seorang anak perempuan, dia terlihat sangat senang dengan anak itu, eunhyuk kemudian berdiri dan menyuruh anak itu naik ke punggungnya. Sungguh, raut wajah hyuk saat ini sangat berbeda dari biasanya. Dia terlihat sangat senang bermain dengan anak itu, dia membawa anak itu berlari ke arah pantai.

 

Aku menghampirinya, nafasnya memburu setelah lari-larian dengan anak itu.

 

“Annyeong agi-ah ,”sapaku pada anak yang bermain dengan eunhyuk itu .

 

“Ne? Annyeong J ,”anak itu tersenyum padaku. Pandanganku beralih ke Eunhyuk yang masih ngos-ngosan . haha

 

“Agi-ah, siapa namamu? ,”tanyaku pada anak itu.

 

“Naneun, Shin Minrin imnida, kau bisa memanggilku Minrin ,”jawabnya. “Kau siapa?” tanya yeoja kecil itu. Eunhyuk kemudian memberiku tanda untuk duduk di sampingnya.

 

“Minrin-ah, dia Eunmin, kau boleh panggil dia eomma. Arachi? ,”aku mengerutkan alisku mendengar eunhyuk berkata seperti itu, ia lalu menatapku memberi isyarat seolah-olah berkata -terima-sajalah- aku mengangguk mengerti.

 

“Aigoo~ ternyata kau di sini ,”tegur seorang lelaki paruh baya, membuat kami bertiga melihat kearahnya. Ahhh~ ternyata Shin ahjussi. Dia adalah orang yang selalu menjaga villa ini, itulah mengapa villa keluargaku ini selalu tertata rapi bersih dan indah kelihatan (?) *author mulai ngantuk*

 

“Shin ahjussi ,”seruku lalu menghambur ke pelukannya.

 

“Aigo~ Aigo~ nona muda masih seperti dulu, tidak berubah sama sekali. Neomu yeppuda ,”ucapnya sambil mengusap puncak kepalaku.  “Mianhamnida, nona muda minrin sudah mengganggu tuan dan nona muda, sekali lagi mianhamnida ,”sesalnya setelah melepas pelukannya.

 

“Gwenchana ahjussi,  Minrin tidak menggangguku dengan hyuk oppa kok, tenang saja ,”balasku. “O.iya, apa minrin anak ahjussi? ,”tanyaku pada Shin ahjussi.

 

“Anii~ Anii~ dia cucuku, anak dari Jaerin. Setelah appa dan eommanya meninggal minrin jadi tinggal bersama ahjussi dan ahjumma ,”jelas Shin ahjussi, raut wajahnya terlihat sedih, aku tak menyangka secepat itu anak Shin ahjussi pergi. Bicara tentang eunhyuk, aku heran melihat tingkahnya. Jujur saja, seingatku eunhyuk tak begitu suka dengan anak-anak, menurutnya anak-anak itu menyebalkan dan susah diatur. Tapi, apa yang kulihat sekarang sangat berbeda dengan apa yang eomma mertuaku katakan, eunhyuk terlihat sangat menyenangi anak-anak, aku sendiri yang melihatnya.

 

“Minrin-ah, kajja kita masuk. Kau harus tidur sekarang, main dengan tuan dan nona muda bisa dilanjutkan nanti. Kajja~ ,”seru Shin ahjussi membuyarkan lamunanku tentang eunhyuk. Minrin menekuk wajahnya tanda tak senang karena harus tidur siang. Yeoja kecil ini, sungguh cantik seperti mendiang eommanya.

 

“Heii, Minrin-ah wajahmu tak usah kau tekuk seperti itu. Eomma janji setelah tidur siang kau bisa bermain dengan appa dan eomma lagi, arra? ,”ucapku meyakinkannya.

 

“Ne, eomma. Eomma jaga appa yah, aku mau tidur dulu. Annyeong!!”balasnya dengan raut wajah yang ceria. Tapi? Tunggu? Jaga appa? Eunhyuk? Haha dasar anak-anak.

 

“Tuan dan nona muda saya permisi dulu, annyeong ,”pamit ahjussi pada kami berdua.

 

Hening. Itulah kata yang dapat menggambarkan suasana sekarang ini. Dia diam akupun begitu, aku tak tahu harus berkata apa. Jujur, aku masih ‘sedikit’ canggung dengannya.

 

“Kenapa kau jadi canggung padaku? ,”tanyanya membuatku memiringkan kepalaku, tanda tak mengerti dengan pertanyaannya. “Ayolah, eunmin… aku tidak tahan seperti ini terus. Aku ingin semuanya baik-baik saja. Aku dan kau layaknya pasangan yang bahagia, tak bisakah seperti itu? ,”tuturnya.

 

“Aku juga tidak menginginkan keadaan seperti ini hyuk, aku benci seperti ini. Aku benci kau yang terus berbohong bahwa kau mencitaiku tulus sementara kau lebih mencintai Jina dari pada aku”balasku sambil terisak. “Tak cukupkah semua yang ku beri selama ini? Bodoh. Aku yang bodoh, aku bodoh semakin kau menyakitiku semakin aku mencintaimu. Tak pernahkah kau berfikir bahwa aku mencintaimu tulus, tak pernahkah kau berfikir aku jauh lebih mencintaimu. Jika kau bilang Jina lebih mencintaimu aku lebih. AKU LEBIH HYUK. AKU LEBIH MENCINTAIMU !!! ,” jelasku menumpahkan semua bebanku di depannya. Dia tertunduk, apa dia menyesal?

 

“Mianhamnida ,” ucapnya dengan suara parau. Tunggu? Apa dia menangis? Ia menatapku nanar, benar ia menangis.

 

“Monyet!! Siapa yang menyuruhmu menangis hah? Aku yang seharusnya menangis. Monyet bodoh. Monyet bodoh !! ,” jeritku sambil memukul-mukul dadanya.

 

“Mianheo, mianhe min-ah. Aku minta maaf. Tidak tahu harus berbuat apa lagi, apa yang harus aku lakukan agar luka di hatimu bisa terobati. Aku juga mencintaimu, tulus ,”jelasnya sambil mengusap puncak kepalaku.

 

“Saranghae! Saranghae! Saranghaeyo hyukkie!, nan jeongmal saranghaeyo ,”kataku masih terisak.

 

“Apa penjelasanku tempo waktu tidak bisa membuktikan kalau aku selama ini begini karena apa? Nado saranghaeyo Lee Eunmin-ah ,”ucapnya memelukku erat. “Aku yang bodoh, ternyata  selama ini ada orang yang begitu sayang padaku hmm?” godanya.

 

“Aishh~ jeongmal pabboya~~ ,”gerutu melepas paksa pelukannya.

 

“Ne, Aku bodoh. Monyet bodoh. Puas? ,”

 

“Tapi memang benar kan?? IQmu yang paling rendah diantara semua member Super Junior ,”ledekku.

 

“Ya! Aku juga tidak sebodoh itu. Buktinya, aku bisa membodohimu dengan ketampananku ,”ucapnya sambil berkacak pinggang.

 

“Mwoya?!!”jeritku tidak terima dengan pernyataannya barusan. Membodohiku? Tapi, memang benarkan? Hahaha.

 

“Euh? Yah… don’t angry babe ,”ucapnya menggodaku lagi.

 

“Ishh~ Oppayaa~~ ,” gerutuku kemudian memanyunkan bibirku.

 

“Kyeopta. Hug me once again ,”pintanya

 

“AN-DWE !!, ”tegasku.

 

“Mwoya? Aniyo~ Aniyo~ ini tidak benar, peluk aku ,”

 

“Boe~~ aku tidak mau. Sekali aku bilang tidak mau A-KU TI-DAK MA-U. Andweee~. Mehrong”ledekku. “Sudahlah oppa, aku capek. Aku mau mandi dulu. Annyeong ,”sambungku lalu berlari kecil kembali ke villa.

 

See? Lihat betapa gampangnya dia mengendalikan perasaanku. Dalam sekejap dia bisa membuatku berhenti marah. Hebat bukan? Jujur saja aku termasuk orang yang sulit berubah mood dengan cepat. Kalau aku marah seisi rumah akan jadi neraka. Haha. Aku jadi ingat appa betapa dia khawatir kalau aku mulai marah.

 

Eunhyuk, ya dialah namja yang bisa membuat hari-hariku berwarna. Sebetulnya jika tak ada dia semuanya tentu tak akan seperti ini.

 

Jina, aku tidak tahu apa yang sedang ia rencanakan sekarang. Tapi, jika memang dia mau merebut Eunhyuk dariku aku juga tidak akan segan-segan untuk melakukan hal yang tak pernah siapapun fikirkan sebelumnya. Eunhyuk suamiku, dia milikku. Dia siapa? Hanya seorang yeoja yang terkenal dan berusaha merebut suami orang. Benar bukan? Haha yeoja ularr~~

 

***

 

Aku berdiri di balkon kamar kami, menyesap secangkir teh hangat sambil memandangi kota seoul dari atas sini. Cuaca hari ini sangat bersahabat, walaupun aku menggunakan baju yang bisa dibilang sangat minim tapi aku tidak dingin sedikitpun.

 

Tak terasa setengah tahun berlalu, usia pernikahanku dengan Eunhyuk sudah setahun lebih. Rasanya baru kemarin aku menangis karena dia selingkuh haha mengingat itu aku jadi ingin tertawa. Tapi, yasudalah itu semua cuma masa lalu pernikahan kami.

 

Aku merasakan sepasang tangan memeluk perutku, itu Eunhyuk.

 

“Morning kiss? ,”pintanya tapi masih memelukku. Deru nafasnya menerpa tengkukku membuatku merinding. Aku berbalik menatapnya sebentar lalu mengecup bibirnya. “Gomawo yeobo ,”ucapnya kemudian memelukku erat. “Saranghaeyo ,”ucapnya lagi membuatku ingin berteriak tapi pelukannya menyiksaku. Aku tidak bisa bernafas.

 

“Na…dd…o…op..ppa…akk…uu…tid..dak..bis..a..ber..na..fas ,”ujarku seraya memukul punggungnya.

 

“Mwo? Mianheyo yeobo, gwenchanayo? ,”ia terlihat khawatir.

 

“Jangan memelukku seperti itu lagi, sesak tahu ,”aku memanyunkan bibirku yang kemudian menjadi santapannya (?). “Ish~ Oppa kau itu yadong sekali ,”ledekku.

 

“Mwoya? Tapi kau sukakan suami yadongmu ini? Kamu cinta kan? Iyakan? ,”ucapnya memamerkan deretan gigi mungilnya. Salah satu yang membuat aku tak bisa berpaling dari dia. Gummy smile 🙂

 

“Ne, Mr. Yadong ,”ledekku lagi kemudian meninggalkannya takut dia akan melakukan macam-macam padaku.

 

“Oke Mrs. Yadong, kau akan menerima balasannya ,”ia berlali kemudian menghimpitku, memperkecil jarak antara kami berdua.

 

“H..Hyuk… a..apa..yang…ma..u…k..au..la..lakukan hah?!”tanyaku. Aku gugup melihat wajahnya yang terlihat ehm sangat seduktif, seperti ingin menerkamku sekarang juga.

 

“Ahh.. Aku ingin melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan jagiya,”jawabnya dengan desahan yang membuat akal sehatku perlahan-lahan hilang. Siapapun tolong aku. T____T

 

“Op..pa? a..aku be..lum…si..ap,”ucapku terbata karena bibirnya sudah menyentuh tengkukku.

 

“Jagiya ahh… aku hanya ingin melakukan ini ,”ucapnya lagi. Sedetik kemudian ia mengegelitik perutku tiada henti. Itu membuatku tertawa terbahak-bahak saat jemari-jemari lentiknya aktif menggelitiku.

“Auww…haha…oppa…haha…ahh..sudah…aku..tidak..haha..tahan…geli..haha,”aku berusaha menjauhkan tangannya dari perutku. Entah sejak kapan kami sudah berada di kasur.

 

“Ini akibatnya kalau kau mengejek Mr. Yadong hahaha,”ucapnya dengan evil laugh

 

“Andwe~ Oppa…haha…aku… ahh..ha..ingin…pi…piss…haha..cep..pat.. hen..tik..kan..oppa haha”rajukku padanya.

 

“Shireo!! Bilang ampun dulu, baru aku hentikan ,”ucapnya

 

“Ne..haha…ahh…ne..ampun..haha..oppa..ahh…haha..ampun…oppa.. ahh..hahhh,”ia menghentikan gelitikan tangannya. “Hahhh… Kau puas mengerjaiku huh? Nappeun oppa hiks,”ucapku pura-pura menangis.

 

“Aigo~ don’t cry babe, c’mon tadi aku hanya bercanda, apa sakit huh? Yang mana? ,”tanya dengan nada khawatir.

 

“Buaahahahaha… mukamu haha oppa… haha oppa muka mu..hahha lucu sekali wajahmu itu,”aku terbahak, tak menyadari ia menatapku tajam. Aku berhenti tertawa setelah menyadarinya.

 

Eunhyuk mengeluarkan smirknya *author meleleh(?)* “Kau cari gara-gara lagi jagiy? Oke, kali ini aku akan bermain halus ,”ucapnya masih dengan smirk yang membuat setiap jewel meleleh.

 

Aku menelan ludahku entah apa lagi yang akan ia lakukan, “Op…pa…ja..jangan yang tadi la..lagi,”pintaku.

 

“Aniya~ tenang saja jagiy, kau tidak akan tersiksa hmm,”ucapnya lagi. Matanya menatap mataku tajam. Aku mengalihkan pandanganku ke arah lain. Ia makin memperkecil jarak antara kami, wajahnya semakin dekat dengan wajahku. Entah, apa yang ada dalam fikiranku, aku menutup mataku. Sedetik kemudian, bibirnya sudah menyentuh bibirku. Ia menciumku, lama. Sampai aku dan hyuk mendengar bel berbunyi.

 

“Biar aku yang buka ,”ucap Eunhyuk kemudian mengecup keningku.

 

“N..Ne,”balasku terbata. Sungguh, aku yakin sekarang mukaku sudah semerah tomat. Aku mengambil cardiganku, kemudian menyusul hyuk ke lantai bawah.

 

“Dimana eunmin, hyuk-ah? ,”tanya seorang yang sangat ku kenali suaranya. Orang tua eunhyuk. Aku kembali ke dapur untuk mengambilkannya minuman.

 

“Annyeonghaseyo eomma, senang eomma datang kemari,”sapaku sambil menundukkan kepalaku lalu meletakkan minuman untuk mertuaku.

 

“Hmm…”gumamnya lalu menyesap minumannya. “Kapan kalian memberi appa dan eomma cucu huh?,”

 

“Mwo?,”seruku bersamaan dengan eunhyuk. “Eomma, eomma bisa bersabar sedikitkan? Kami sedang berusaha ,”rajuk eunhyuk. Sedang berusaha? Maksudnya?

 

“Mianhe eomma, aku mengecewakan eomma ,”sesalku.

 

“Gwenchana min-ah, eomma mengerti, eunmin sesalipun tak akan merubah semua, gwenchana,” katanya.

Sungguh, aku merasa sangat bersalah dengan semua ini. Aku tau eunhyuk sudah lama menginginkannya. Kau percaya? Dia bahkan sering mengigau menginginkan seorang anak dariku. Tapi, aku … aku belum siap… Apa yang harus ku lakukan?

-TBC-

Mianhamnida readersdeul… part 2 ini lamaaaaaaa~~ bgt lanjutannya ..
bosen kan? pasti iya ..

aku janji deh part 3 bakal cepet aku post ^^ ..

jgn lupa comment, thx udh mw baca 🙂

Advertisements