[Part 1] Girlfriend

Cast :

  • Kim Ryeowook
  • Cho Kyuhyun
  • Lee Sungmin
  • Ailee Lee
  • Tiffany Hwang
  • Lee HyunAe
  • Choi Sooyoung
  • Many Hidden Cast

 

I don’t want to make you sad

But I’m sorry that I can’t be the one for you

Continue reading

Advertisements

[CHAPTER] The Way You Love Me – PART 1

Title : The Way You Love Me (1st chapter)

Author : #euntastic#

Genre : Romance, Friendship

Cast :

-Kim Jong Hyun SHINee as Jonghyun

-Kim Jong Woon SJ as Yesung

-Lee Hyuk Jae SJ as Eunhyuk

-Lee Seong Min SJ as Sungmin

-Park Jung Soo SJ as Leeteuk

-Shinta Marcelline as Park Min Young

-Novia Nurfitriana as Choi Rin Rin

-admin _SooKyung_ as Park Soo Kyung

-Genieverre Sasja as Choi Soo Yeon

-Kimiko Novi as Kang Hyun Ri

Other cast : SMFamily

Annyeong! FF ini didedikasikan untuk semua SMTown lovers. Kenapa SM? Karena memang fandom utama saya dari SMent. Memang di FF ini tidak semua dari SM dimuat, hanya Super Junior dan SHINee saja yang menjadi main cast, itu karena ini dibuat berdasarkan polling dan request. Lagipula kalau semua anggota SMent jadi cast, entahlah. Lebih dari 30 orang dong O.o

For reader, RCL please, 3 komen terbaik akan jadi cast di FF selanjutnya. Jadi kalau comment sekalian tulis namkor + bias + sifat kalian ya. Silent reader sebenarnya saya nggak mengharapkan tapi ya sudahlah, pokoknya didoakan yang RCL suatu saat bisa ketemu atau nonton konser biasnya (AMINNNNN!!!) Semoga suka, gomawo ^^

———–

Park Min Young dan Lee Hyuk Jae adalah sahabat sejak kecil, mereka berkenalan di TK dan sejak itu mereka menjadi dekat sampai sekarang. Beranjak SMA, Min memiliki 4 orang sahabat perempuan. Choi Rin Rin, salah satu murid terpopuler di sekolah, adalah pacar Lee Hyuk Jae. Mereka jadian di awal semester 2 kelas 2. Park Soo Kyung, anak yang jahil dan cukup populer di kalangan laki-laki. Ia mood maker di ‘geng’ mereka. Kang Hyun Ri, dikenal sebagai yang paling alim dan pendiam. Tetapi justru seorang ‘pawang’ dibutuhkan di gerombolan ‘hewan buas’ kan? XD Terakhir Choi Soo Yeon. Ia adalah salah seorang jagoan. Belum pernah pacaran karena mungkin pria tak berani padanya. Park Min Young sendiri sekarang berpacaran dengan kakak kelasnya bernama Lee Dong Hae. Donghae adalah teman satu klub dance Lee Hyuk Jae.

“Chagi-ah, aaaam!” Eunhyuk menyuapkan kimbab pada kekasihnya.

Choi Rin Rin atau yang biasa dipanggil Rin membuka mulutnya, menerima suapan dari Eunhyuk dengan bahagia. “Mashita!”

“Geez, belepotan tuh. Rin-ah, kau di depan namjachingu-mu kok masih jorok begitu!” kata Soo Yeon.

“Sudahlah, Soo Yeon. Biarkan saja. Sampai matipun kita tak bisa mengubah sifat joroknya.” Soo Kyung tertawa kecil diikuti yang lainnya.

“Aigoo, Donghae oppa ke mana ya?” ujar Min Young.

Hyun Ri melihat jam tangannya. “Sebentar lagi bel masuk. Masa iya dia belum keluar dari kelasnya. Apa kau harus selalu bertemu pacarmu? Nanti saja bertemunya pulang sekolah.”

“Eh? Bukan. Aku ingin meminjam kalkulator. Aku lupa bawa.”

“Yaaa, tadi kau menertawai aku jorok kau sendiri selalu pelupa begitu,” ejek Rin. “Tapi serius tidak bawa? Berani benar kau pada Victoria-ssi!”

“Tidak bawa kalkulator saja panik, payah kau! Pakai saja milikku.” sahut Soo Yeon. “Tapi, sepuluh ribu won dulu!”

“Dasar yeoja kasar, pelit. Pantas tidak ada yang naksir padamu.” Soo Kyung menyikut Soo Yeon pelan lalu segera meminta maaf.

“Kau mau pakai milikku, Min? Sudah kuduga kau pasti lupa, makanya aku bawa 2. Eotte?” tawar Eunhyuk.

Min mengangguk senang. “Gomawo, Hyuk!”

“Kajja, ke kelasku!” Eunhyuk menggandeng tangan Min tanpa berpamitan pada yang lain.

“Jangan dihiraukan. Mereka sahabat sejak kecil, Rin.” Hyun Ri menepuk pundak Rin yang terlihat kaget.

***

“Annyeonghaseyo!”

“Annyeong, Vic seongsaengnim!” sapa anak-anak di kelas 2-3.

“Hari ini kita kedatangan murid baru. Dia berasal dari Chunanh. Mari masuk!”

Seorang namja berjalan memasuki kelas, membawa sebuah ransel yang tak terlalu besar. Rambutnya sedikit berkibar tertiup kipas angin (bayangin adegan Bella-Edward yang rambutnya berkibar di Twilight..kekeke)

“HyunRi-ah! Omeo! Neomu challadayo!” Soo Kyung memegang pundak Hyun Ri yang duduk di hadapannya.

“Annyeong.” namja itu menyapa.

“Suaranya, aigoo..” Soo Kyung semakin terkagum.

“Ne, suaranya hangat sekali ya,” kata Hyun Ri menyetujui.

“Siap-siap, Soo Kyung-ah. Hanya bangku sebelahmu yang kosong,” goda Min sedikit berbisik.

Hyun Ri menelan ludah. Sepertinya benar namja itu akan duduk di sebelah Soo Kyung, batin Hyun Ri.

“Joneun Kim Jong Woon ibnida. Panggil saja aku Yesung. Oh iya, golongan darahku AB lho.” ia tersenyum.

“AB! Jangan-jangan dia jahil sepertimu, Soo Kyung!” tambah Soo Yeon.

“Soo Yeon, diam!” kata Mrs. Vic.

“Ahjumma cerewet.” Soo Yeon mencibir.

“Baiklah Yesung. Kau silakan duduk di.. Wah, bangku kosongnya hanya 1. Ya sudah kau duduk di situ saja. Soo Kyung, Soo Yeon, Rin, Min. Jangan kalian pengaruhi dia jadi ramai. Berhati-hatilah dengan gerombolan yeoja itu, Yesung.”

“Mwoya, sumpah! I hate that teacher!” sebal Soo Yeon.

Rin tersenyum geli. “Sejak kapan kau jadi bisa bahasa Inggris.”

“Annyeong. Yesung imnida,” kata Yesung begitu ia duduk di sebelah Soo Kyung. “Kau?”

“Err, naneun..”

“Tak usah malu-malu, SooKyung. Kalau naksir langsung bilang saja!” kata Soo Yeon.

“Diamlah, Soo Yeon!” Soo Kyung mencibir. “Mianhae, Yesung. Orang itu gila. Naneun Park Soo Kyung imnida. Aku juga dari Chunanh, tapi aku malah baru sekali ke sana.”

“Emang iya kau dari Chunanh? Atau kau hanya caper saja pada Yesung?” goda Min.

Yesung tertawa kecil. “Eh, ngomong-ngomong kau cantik, Soo Kyung.”

“M, mwo?”

“Jeongmal. Sejak pertama melihatmu.. Rasanya jantungku berdebar cepat sekali. Baru sekali ini aku mengalami cinta pada pandangan pertama. Aku bersyukur bisa duduk di sebelahmu. Kuharap kita bisa menjadi dekat ya, Soo Kyung-ah,” kata Yesung.

Sssssshhhhh…

Muka Soo Kyung semakin memerah. Memang ini bukan pertama kalinya ia dirayu oleh namja. Tetapi karena sifat jahil dan kocaknya, ia biasa menganggap segala hal sebagai candaan. Namun kali ini berbeda. Hanya dengan memandang matanya saja Soo Kyung sudah merasa ada sesuatu pada diri namja ini yang menarik hatin Soo Kyung.

“Aku bercanda kok.” Tiba-tiba Yesung tertawa.

“Ye-Sung-ya!!!” Soo Kyung menendang kaki Yesung kesal.

“Kau lucu kalau malu begitu, hahaha.”

“Menyebalkan!” kata Soo Kyung. “Eh, kyaaaa!! Tutup resleting celanamu! Kau mau pamer ya! Cepat tutup!”

Sontak Yesung yang panik segera berdiri dan memegang celananya, seisi kelas menoleh padanya.

“Yesung, ada apa?” tanya Mrs. Vic.

“A, ani, songsaenim. Mianhae,” jawab Yesung. Ia baru saja sadar bahwa dirinya dikerjai oleh Soo Kyung karena celananya tidak terbuka sedikitpun. “Yak!”

“Kau lucu kalau panik begitu, hahaha,” kata Soo Kyung santai.

“Aissh, jinjja kau ini. Tunggu saja ya. Aku sudah pasti akan membalasmu.”

Soo Kyung menjulurkan lidahnya. “Kau kira aku takut? Sudah lama aku mencari rival sepertimu, Jong Woon-ah. Aku ini Ratu Jahil kelas 3-3,” pamer Soo Kyung.

“Ratu? Kau butuh pendamping tidak? Aku ingin jadi pendampingmu,” ucap Yesung.

“Pendamping apa?”

“Pendampingmu.” Yesung mendekatkan wajahnya pada Soo Kyung hingga kembali wajah Soo Kyung bersemu. Lalu tangan Yesung mendekati tangan Soo Kyung dan…. “Aku pinjam bolpoin ya.”

“Neo!” protes Soo Kyung.

“Hahahahahahaha, jadi aku sekarang akan mendampingimu menjadi Raja Jahil 3-3 ya,” tawa Yesung.

Sambil tertawa kecil, Soo Kyung memandang penuh remeh. “Mimpi dulu kalau mau mengalahkanku!”

“Baru saja dibilang hati-hati ternyata kau sudah ketularan, Kim Jong Woon,” sindir Mrs. Vic.

“Eh? Mianhae, songsaengnim. Selanjutnya saya akan mendengarkan perkataan anda dengan seksama. Saya yakin penjelasan anda mudah dimengerti karena itu saya tadi sedikit melenceng. Memang saya yang salah. Jeosonghamnida.” Yesung meminta maaf.

Mrs. Vic mengangguk. “Gwenchana. Mari lanjutkan pelajaran.”

“Hebat sekali kau bisa menaklukkannya!” puji Soo Kyung.

“Tentu saja. Kau ini. Aku itu kan namja yang terlahir dengan suara menghipnotis dan wajah tampan. Jelas saja semua wanita takluk,” jawab Yesung ngasal.

“Tapi sayang kepalamu besar.” Soo Kyung tertawa.

“Biar saja. Tapi kau suka kan?” goda Yesung.

Jadi mereka sudah dekat, pikir Hyun Ri saat ia menoleh ke belakang.

***

Pulang sekolah..

“Hari ini mau ke mana kita?” tanya Hyun Ri.

“Ke rumah Min yuk, kita nonton DVD konser SMTown New York,” ajak Soo Kyung. “Kau kemarin download kan, Min?”

Min mengangguk. “Boleh. Donghae oppa, kau ikut ke rumahku kan?”

“Aigo. Mianhae, Min-ah. Mendadak sekali. Aku ada latihan dance. Kau tidak latihan, Eunhyuk? Minggu depan kan kita mengisi acara di Inha University,” sahut Donghae.

“Anio, hyung. Pundakku masih sakit,” jawab Eunhyuk.

“Ah kau sih tidak latihan juga sudah jago, chagi!” Rin mencubit kedua pipi Eunhyuk.

“Ya sudah, aku permisi dulu, ya. Mianhae tidak bisa ikut. Bersenang-senanglah yeorobeun. Kau terutama, yeobo.” Donghae mengacak-acak rambut Min.

Mereka berenam minus Donghae lalu berjalan ke arah halaman parkir sekolah.

“Heh!! Tabrak-tabrak sembarangan!!” tiba-tiba Soo Yeon berteriak.

Seorang namja menabraknya, tidak sengaja mungkin. Tetapi yah kita semua tahu Soo Yeon.

“Mi, mianhae..” kata namja itu.

“Aigo! Aku tak mau ikut-ikut, Jjong! Dia yeoja buas.” Seorang yeoja yang tadi berjalan dengan namja itu segera berlari menghindar.

“Cih, temanmu pengecut. Dam kau. Beraninya sama perempuan! Maju sini!” bentak Soo Yeon.

“Sudahlah, Soo Yeon-ah, dia sudah minta maaf,” cegah Hyun Ri.

“Ah, dia kan Kim Jong Hyun. Teman sekelasmu bukan, Eunhyukkie?” kata Min.

“Dia anak terkuper di kelas, Min-ah,” jawab Eunhyuk.

“Mian. Aku sungguh tidak sengaja..” Jonghyun menunduk, pura-pura tidak mendengar perkataan Eunhyuk barusan.

Soo Kyung berusaha menengahi. “Soo Yeon-ah, biarkan saja. Kata Eunhyuk dia culun kan? Ya sudah. Rugi kau berurusan dengan anak seperti itu. Iya kalau Senior Siwon yang setampan dewa tidak masalah.”

“Justru karena dia culun! Dikira aku mau mengalah pada anak culun?” Soo Yeon maju selangkah.

“Cukup, Yeon-ah. Ayo kita pergi!” Rin menarik tangan Soo Yeon ke parkiran.

***

“Omo! Aku lupa Min Hyuk tidak bawa kunci rumah. Aku harus segera pulang!” kata Min setelah membaca SMS dari adiknya, Park Min Hyuk. “Soo Yeon-ah, kau bisa ngebut kan? Kalau begitu aku bareng denganmu saja bisa?”

Soo Yeon mengangguk. “Kajja! Ya sudah, yang lain, kita bertemu di rumah Min ya. Oh… Min! Bensinku habis!”

“Eh? Jinjjayo?” Min terlihat panik.

“Ya sudah kau denganku saja, Min-ah. Gwenchana, chagi?” sahut Eunhyuk.

“Ne. Lagipula rumahku dekat dengan Hyun Ri. Biar nanti aku sekalian pulang dengan Hyun Ri saja,” jawab Rin.

“Baiklah. Annyeonghi, chagi, yeorobeun,” pamit Eunhyuk diikuti Min yang melambai.

Motor biru Eunhyuk disetater. Min segera naik ke boncengan dan seperti sudah kebiasaan, tangan Eunhyuk menarik tangan Min untuk memeluk pinggangnya.

“Eh, chingudeul. Appa SMS nih katanya ia menjemputku. Eottokhae? Kalian ke sana saja aku tidak ikut ya?” kata Soo Kyung.

“Eh? Kalau begitu tidak usah saja sekalian. Tidak seru kalau tak ada kau,” kata Soo Yeon. “Baiklah kita langsung pulang saja. Rin-ah, kau pulang dengan Hyun Ri, ya?”

“Mianhae ya. Aku pamit dulu. Annyeong.” Soo Kyung tersenyum.

Semuanya sudah pergi, meninggalkan Soo Yeon yang sendirian di tempat parkir. Tampaknya sekolah sudah cukup sepi.

“Ahhhhh, namja tadi cakep sekali sih. Kenapa aku marah pada namja setampan itu!” Soo Yeon membanting tasnya ke tanah, tidak jadi mengendarai motornya.

“Soo Yeon-ssi?” sapa seseorang.

Sesuai dugaan. Benar sekali, yang menyapa Soo Yeon adalahh..

“Kim Jong Hyun?” kaget Soo Yeon. “Mau apa kau?!”

“Anio. Aku hanya ingin membantumu. Maaf tadi aku sedikit mencuri dengar pembicaraan. Motormu kehabisan bensin ya?” tanya Jonghyun.

“Kurang ajar! Lancang sekali kau mencuri dengar pembi..” tiba-tiba Soo Yeon terdiam. Merasakan sesuatu yang sebelumnya jarang dirasakannya. Debaran jantungnya semakin kencang. Hatinya mendadak gelisah entah mengapa.

“Kalau kau tak keberatan, kita dorong motormu ke pom bensin terdekat. Dibilang dekat tidak juga sih. Mungkin sekitar 1 km. Kau kuat tidak? Kalau tidak kau tunggu di sini saja biar kubelikan bensin,” kata Jonghyun ramah.

“Yaa! Tentu saja aku kuat! Jangan meremehkan seorang Choi Soo Yeon, ya!”

Jonghyun tertawa. Tak diduga suaranya merdu juga. “Ne, arasseo. Mianhae, Soo Yeon-ssi.”

“Jangan panggil aku Soo Yeon-ssi. Sopan sekali sih.” Soo Yeon bergidik. Jonghyun mengambil alih motornya dan mereka berjalan bersama menuntun motor Soo Yeon. “Pantas saja kau dibilang kuper. Gayamu culun sekali. Bicara terlalu sopan. Pakai kacamata segala. Aigo.”

“Salah kah?” tanya Jonghyun dengan senyum.

Sekali lagi debaran jantung Soo Yeon semakin cepat.

“Temanmu, Kang Hyun Ri, bukankah dia juga sepertiku? Tetapi kau berteman dekat dengannya,” lanjut Jonghyun.

“Kau mengenal Hyun Ri?”

“Tidak juga. Aku hanya mengaguminya dari jauh saja, sama seperti kau mengagumi Minho dan Yunho sunbae.”

“Kau..”

“Aku cukup sering memperhatikan kalian. Kalian yeoja yang menarik.” Jonghyun membuat pipi Soo Yeon memanas. “Min yang baik hati dan sedikit kekanakan. Rin memang terkesan cuek, tapi aku tahu dia sangat perhatian. Soo Kyung paling feminin di antara kalian, supel. Hyun Ri yang rendah hati dan pendiam. Dan Soo Yeon si jagoan sekolah, diam-diam sering memperhatikan Minho dan Yunho hyung di kelas menari.”

Mau tak mau Soo Yeon cukup terpana dengan analisis Jonghyun yang tidak meleset. Bahkan Soo Yeon tak mengira Jonghyun tahu ia ngefans dengan 2 namja itu. “Tapi kau bilang tadi, kau mengagumi Hyun Ri?”

“Ne,” jawab Jonghyun. “Maukah kau membantuku?”

“Membantumu mendapatkan Hyun Ri? Anio! Ani! Kalau bantuanmu mendorong motor ini hanya untuk itu kau pergi saja! Aku tak butuh bantuanmu!” Tak disangka Soo Yeon langsung terbakar cemburu. “Tak usah menjawab apa-apa, pergilah kau!!!!”

***

Sudah setengah jam Min dan Eunhyuk menunggu di depan rumah. Sampai akhirnya Eunhyuk memutuskan untuk menelepon Rin.

“Mereka tidak jadi datang, Min-ah,” kata Eunhyuk.

“Eh? Kok tiba-tiba sekali. Ya sudahlah. Kau mau pulang saja, Hyukkie? Atau bagaimana?” tanya Min Young.

“Main saja yuk. Sejak kelas 2 aku sudah jarang main denganmu dan Minhyuk. Main.. Kartu saja. Seperti dulu kan kita suka bermain kartu dan monopoli bertiga. Boleh, Minnie?” tanya Eunhyuk balik.

Min memukul pelan lengan Eunhyuk. “Jangan mulai memanggil begitu deh. Itu kan nama kecilku. Sekarang kita sudah SMA.”

“Kan lucu, sesuai tampangmu yang imut-imut.” Eunhyuk tertawa.

“Apa deh imut-imut. Kalau mau menyindir langsung saja bilang amit-amit. Dasar Myeolchi!” jawab Min. Ia menjulurkan lidahnya.

“ah, tidak, kau imut kok. Kalau kau amit-amit Donghae hyung mana mungkin mau denganmu!” tawa Eunhyuk.

“Kyaaak, aku jadi terpesona,” ujar Min dengan tawa.

Sambil tersenyum geli melihat sahabatnya ini, Eunhyuk tiba-tiba menepuk dahinya. “Min. Aku lupa. Kalkulatorku mana? Itu kalkulator noona Sora.”

“Wah, milik Sora onnie? Hahaha. Bisa-bisanya kau mengambilnya. Sebentar.” Min membuka tas ranselnya, mencari kalkulator berwarna biru di tumpukan buku. “Ja. Ini dia. Gomawo! Aku tak tahu apa jadinya aku kalau tadi kau tak meminjamiku.”

“Tak masalah. Sahabat saling membantu bukan?” tanggap Eunhyuk.

“Yeongwonhi!” jawab Min diiringi senyuman. “Jadi kau mau main? Aku lihat dulu deh Minhyuk tidur atau tidak.”

“Gidarida, Min-ah.”

Lagi-lagi Min tertawa. “Seperti syair lagu Bonamana saja. Changkanman.” Ia berdiri dari duduknya dan berjalan ke dalam rumah. Sial, tali sepatunya lepas sehingga tak sengaja Min menginjak tali sepatunya sendiri..

“Min-ah!” seru Eunhyuk yang segera menopang tubuh Min.

“Aigo. Aku ceroboh. Maafkan aku, Eunhyuk.”

“Dasar kau. Sejak kecil selalu saja merepotkanku. Hati-hatilah sedikit jadi orang, aku kan tidak bisa harus selalu menjagamu.”

“Kan aku sudah minta maaf. Jadi bisa lepaskan aku?” tanya Min mengingat dirinya masih berada di dekapan Eunhyuk.

“Tentu. Tentu. Errr, maaf aku keasikan.”

“Yaa, dasar kau otak yadong! Kasihan Rin harus pacaran dengan namja mesum sepertimu,” canda Min.

“Kasihan Donghae hyung harus pacaran dengan yeoja cantik sepertimu!” balas Eunhyuk.

“Iisssh, tidak lucu,” ucap Min. Tetapi tetap saja toh ia tertawa juga.

***

Esok harinya di sekolah, jam istirahat. Tidak seperti biasanya Hyun Ri memilih untuk menghabiskan waktu di perpustakaan. Memang sih ia hobi membaca. Tetapi biasanya ia ada bersama teman-temannya di kantin.

“Mmmm.. Psikologi.. Psikologi..” Hyun Ri mencari-cari rak buku psikologi.

“Buku psikologi ada di belakang, keempat dari kanan,” kata seseorang.

“Ah. Gomawo!” jawab Hyun Ri dengan disertai bungkukan.

Namja itu tersenyum lembut. “Cheonmaneyo. Ya sudah aku tinggal dulu, ya.”

“Apakah, apakah kau Park Jung Soo oppa?” tanya Hyun Ri.

“Benar. Tetapi cukup panggil aku Leeteuk saja. Kau Kang Hyun Ri bukan?” tanya Leeteuk balik. “Tumben sekali kau ke perpustakaan. Padahal biasanya kau pasti ada di kantin dengan teman-temanmu itu. Ada tugas?”

Hyun Ri menggeleng. “Aku memang suka membaca. Oppa sendiri? Apakah mempersiapkan ujian sekolah?”

“Hahahaha. Bagaimana kau tahu. Malu mengakuinya, tetapi benar.”

“Malu? Malu kenapa oppa?” kata Hyun Ri, matanya membulat.

“Kau tak menertawaiku? Aku tak pernah bercerita pada orang-orang karena kurasa hal itu memalukan. Ujian sekolah masih 6 bulan lagi tetapi aku sudah mempersiapkannya. Aku ingin menjadi dokter.” Leeteuk tertawa kecil.

“Jinjja? Wah, cita-cita yang mulia sekali. Tetapi tidak heran. Oppa kan ranking satu di angkatan oppa bukan?”

“Ternyata kau mengenalku, Hyun Ri-ah. Kau sendiri untuk apa mencari buku psikologi?”

Kali ini Hyun Ri yang tertawa kecil. “Aku ingin menjadi seorang psikolog.”

“Keren. Kau masih kelas 2 tetapi sudah menentukan cita-cita. Tetapi sebelum kau menyelesaikan masalah orang lain, kurasa kau harus menyelesaikan masalahmu sendiri, gadis kecil,” sahut Leeteuk.

“Masalah?” heran Hyun Ri.

“Kau sedang ada masalah,” jawab Leeteuk ringan. Ia mengelus sekilas rambut Hyun Ri dengan tangan kanannya dan berjalan ke arah deretan buku biologi.

“Bagaimana oppa tahu?”

“Aku cukup sering memperhatikanmu,” terang Leeteuk. “Sepertinya aku pinjam buku ini saja. Ja. Aku sudah selesai. Kau masih ingin di sini? Aku tak akan mengganggumu kalau begitu.”

“Bolehkah aku mengobrol denganmu?” Hyun Ri memberanikan diri diikuti anggukan Leeteuk. Kemudian mereka berjalan menuju ke salah satu bangku di perpustakaan. “Begitulah, oppa. Mungkin terlalu cepat aku menyukai seseorang. Maka dari itu aku juga heran bagaimana bisa aku langsung cemburu dengan kedekatan Yesung dan Soo Kyung. Padahal Soo Kyung kan sahabatku sendiri. Aku jahat, ya?”

“Jahat?” Leeteuk terbahak. “Kau dewasa, tetapi juga kekanakan. Lucu. Tentu saja kau tidak jahat. Cinta, yah, itu misteri. Begini saja. Kan kau baru menyukai Yesung kemarin. Bisa tidak kau coba untuk melupakannya sebelum terlanjur cinta?”

“Bagaimana caranya?”

“Kau sukailah namja yang lain,” sahut Leeteuk. “Ngomong-ngomong soal suka, apakah Rin temanmu tidak ada rencana putus dengan Eunhyuk?”

“Belum. Apa.. Oppa menyukainya?”

“Pikirkan saja sendiri. Katanya kau mau menjadi psikolog. Nah, sudah ya. Aku harus kembali ke kelas. Sebenarnya aku sedikit terburu-buru. Nanti kalau kau butuh bantuanku, ke perpustakaan saja. Aku akan selalu ada untukmu, dongsaeng.”

***

“Chagi, aku mendapat surat cinta.” Rin memberitahu Eunhyuk.

“Oya? Dari siapa?” tanya Eunhyuk sambil tetap memakan mie di hadapannya.

Rin merengut. “Mollayo. Tak ada pengirimnya. Isi suratnya romantis sekali! Kurasa dia mengenalku cukup baik. Kau tidak cemburu ya?”

“Tidak juga,” jawab Eunhyuk. “Assh! Mashita!”

“Lee Hyuk Jaeeeeee!” kata Rin sebal. “Apakah menurutmu mie lebih menarik daripada aku? Sungguh aku cemburu pada mie itu!”

“Chagi.” Eunhyuk tertawa. Digenggamnya tangan kekasihnya itu. “Untuk apa aku cemburu? Kalau ada orang lain yang menyukaimu ya sudah. Kau kan memang cantik. Yang penting aku tahu hatimu untukku and that’s it. Tidak ada gunanya bukan aku cemburu?”

“Isssh..” Wajah Rin merona.

“Ingat, Choi Rin Rin. I love you.” Meski hanya singkat, Eunhyuk mengecup kening Rin, singkat dan manis sekali. “Jadi sekarang aku ingin bertanya. Apakah kau meragukan cintaku?”

“Love you too, Eunhyuk.” Hanya itu yang dapat Rin berikan sebagai jawaban.

“Sudah, aku mau beli minum. Kau mau titip apa?”

“Tak usah. Aku tidak haus kok. Cepatlah, sebentar lagi masuk,” suruh Rin.

“Benar juga. Wah, pasti lama membuat milkshake coklat. Aku harus buru-buru.” Eunhyuk melihat jam tangannya.

Sedetik Rin mencerna ucapan Eunhyuk dan tersadar. “Kau kan tidak suka coklat.”

“Tapi Min suka. Aku mau beli untuk Min Young, sepertinya ia agak tidak enak badan kulihat. Aku pergi sebentar ya, Rin-ah!”

Setelah Eunhyuk pergi, Rin membaca lagi surat cinta yang baru didapatnya di loker sekolah. Rin akui dengan jujur. Ia suka dengan surat itu. Adegan film maupun pernyataan cinta Eunhyuk tak ada yang setara dengan ini. Penulis itu tidak menyertakan identitasnya. Hanya saja seluruh surat itu berwarna pink, sesuai warna kesukaan Rin. Karena itulah Rin semakin yakin pengirimnya benar-benar sangat mengerti dirinya.

“Ah, seandainya Eunhyuk seromantis Mr. Pink ini. Eunhyuk.. Hanya bisa romantis dengan Min..” sesal Rin sedih.

“Tidak benar, Rin-ah. Mereka kan sahabat. Kau selalu lupa itu.” Hyun Ri duduk di sebelah Rin.

“Hyun Ri. Kau mengagetkanku. Darimana kau? Soo Kyung mencarimu. Tadi ia heboh sekali. Soo Kyung diajak Yesung makan siang. Sayang kau tak ada. Kau jadi tak bisa melihat ekspresinya!” Rin tertawa.

Hyun Ri tersenyum sedih. “Oh iya. Kau tadi menyebut Mr. Pink, siapa itu Mr. Pink? Bukannya kalau Eunhyuk harusnya Mr. Blue?”

“Itulah, Kang Hyun Ri. Aku mendapat surat cinta. Tanpa pengirim. Dan…. Romantis.”

“Aha. Lalu kau kepikiran soal Eunhyuk yang katamu tak seromantis bila dengan Min setelah membaca surat itu?” tebak Hyun Ri.

“Bukan. Entah kenapa, aku merasa ada sesuatu yang menarik pada diri pengirim surat ini.”

-RCL-

Next chapter akan di post hari Sabtu, dan mianhae saya masih belum tau ini sampai berapa party karena ini sendiri belum selesai pembuatannya ^^ for tag, comment aja di bawah, nanti saya add dan tag kalian. Gomawo jeongmal J

Oh iya sekali lagi, komennya kalau bisa sesuai format di atas ya (namkor, bias, komen) . 3 komentar terbaik jadi next cast, kekeke xD

Always In Your Side

ALWAYS IN YOUR SIDE

 

 

Author: Hyeri Kim

Length: Oneshot

Type: Straight

Genre: Tragedy

Main cast: Oh Chaeri (OC), Lee Sungmin

Disclaimer: The Cast is not MINE!! But this story is REAL MINE !

 

Oh Chaeri POV

 

“ya! Oh chaeri wae gurae?!” ucap Sungmin emosi, sambil tetap menahan tanganku. Aku tetap mencoba melepaskan tangannya, namun nihil tenaganya terlalu kuat.

“LEPASKAN AKU LEE SUNGMIN!!” teriakku melupakan semua emosiku. Sungmin melemahkan genggaman tangannya. Akupun berlalu meninggalkannya. Dia hanya diam, tetap di posisinya dan berpindah satu inchi pun.

Aku Oh Chaeri, seorang yeoja pecicilan, sedikit tomboy dan menyukai belad diri yang beruntung bisa bertemu dengan Lee sungmin seorang member boybang terkenal SUPER JUNIOR. Aku bertemu dengannya saat dia sedang melatih beladirinya di tempat aku memperdalam bela diri. Sejak itu kami berdua jadi sering bertemu meskipun jadwalnya sibuk dia selalu menyempatkan diri untuk ke tempat ini, namun tak disangka menembakku dan sekarang dia adalah namjachingu ku. Tapi kami berdua memilih untuk belum memberitau pada media kalau kami berdua adalah sepasang kekasih, yang mengetahui hubuunganku hanya sahabat-sahabatku dan sungmin, orang tua kami, member SJ dan manager sungmin, hanya mereka.

Hari ini adalah tepat dimana aku dan dia 1 tahun berpacaran. Namun, hari yang menurutku special ini malah dirusak olehnya. Dia malah asyik mengobrol dengan beberapa yeoja cantik jika dibanding denganku, aku sama sekali tidak ada apa-apanya. Bagaimana aku tidak cemburu?

1 jam 2jam 2½jam. Ber jam-jam sudah aku menunggunya! Hey! Ini hari special bagiku Sungmin-a, aku sudah mengatakannya kan?! Masih tak ada waktu untuk ku hah??!!

Aku mengerti kau artis populer, tapi apakah tak ada 1 haripun untuk kita habiskan berdua? Hanya berdua. Padahal hari ini kau libur, kapan lagi kau dapat libur sungmin-a. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu. Karena mungkin di hari kemudian tak akan adalagi hari ini.

Aku berjalan lurus dengan tatapan kosong entah kemana. Aku terlalu lelah dengan semua ini.

GREP!!

Seseorang memegang pundakku dari belakang, aku memalingkan wajhku ke arahnya.

“ah.. kau hyukjae, kukira siapa” ucapku menghembuskan nafas panjang

“YA! Wae gurae?”

“ani..”

“pastu sungmin hyung kan? Ayo ikut aku, aku akan mentraktirmu” ucapnya menariku tanganku ke arah mobilnya

—-> (di restoran)

Aku menceritakan smeuanya pada sahabtaku, Lee Hyukjae. Dia mengangguk mengerti.

“aku harus bagaimana hyukie?” tanyaku gelisah

“mollayo. Ohya apa kau sudah memberitahunya tentang kondisimu itu? Kau harus memberitahunya Chae-a” ucapnya balik bertanya.

“aku tidak akan memberitahunya. Aku tak ingin mengkhawatirkannya” jawabku. Dia mendengus kesal tak puas dengan jawabanku.

Ya, benar.. aku memmpunyai tubuh yang lemah karena penyakit yang menggerogoti tubuhku dan tidak dapat disembuhkan. Hanya keluarga dan sahabat terdekatku yang tau. Eunhyuk mengetahuinya saat aku jatuh pingsan di dorm SJ yang saat itu hanya ada dia disana, dia membawa ke rumah sakit dan akhirnya dia tau semuanya.

Oh Chaeri POV .end.

 

Chaeri sama seklai tidak menyadari kalau Sungmin daritadi memperhatikannya bersama Eunhyuk dari jauh.

“ASHIT!! LEE HYUKJAE !!” emosi Sungmin dan pergi melajukan mobilnyadengan kecepatan penuh

Sungmin menjalankan mobilnya dengan sangat cepat. Sebelumnya Sungmin belum pernah seperti ini.

“hey darimana saja?” sapa Kyuhyun sesaat sungmin sampai di dorm. Sungmin tidak menjawab. Dia melempar tasnya sembarang dan membantingkan dirinya ke atas tempat tidurnya yang nyaman.

“ya! Wae gurae?” tanya Kyu, melihat gelagat aneh dari hyungnya itu. Lagi-lagi sungmin hanya diam tak berkata satu huruf pun dan membenamkan wajahnya ke bantal yang ada di depannya.

“YA!! LEE SUNGMIN! MALHAEBWA!” kyuhyun karena merasa dirinya di acuhkan.

“CHO KYUHYUN!! BISAKAH KAU DIAM HAH?!!” teriak sungmin tak kalah emosi, kyuhyun kembali melanjutkan aktivitasnya yang tertunda.

“aku pulang..” ucap seseorang membuka pintu dorm.

“siapa itu kyu?” tanya sungmin, masih dalam posisi yang sama.

“apa kau tidak kenal suara itu? Itu eunhyuk, siapa lagi yang punya suara seperti itu” jawab kyu dengan masih konsen dengan aktivitas rutinnya itu. Mendengar nama eunhyuk, sungmin berlonjat keluar kamar mencari yang empunya nama.

BRAKK!!

Sungmin menggebrak pintu kamar eunhyuk. Sungmin masuk ke kamar Eunhyuk dan menyeretnya keluar kamar.

“wae gurae?” tanya eunhyuk kaget.

“apa yang kau lakukan bersama Chaeri hah?!” emosi sungmin langsung ke titik permasalahan.

“chaeri? Apa maksudmu?” tanya eunhyuk tak mengerti dengan apa yang di ucapkan sungmin.

“kau jangan berpura-pura! Kau kira aku tidak tau apa?!!” ucap sungmin makin menjadi-jadi.

Kyuhyun dan donghae yang kebetulan ada di dorm, keluar dari persemayamannya. “aku tidak mengerti hyung” ucap eunhyuk

“sudah kubilang kau jangan berpura-pura! Aku tidak butuh kemampuan aktingmu itu hyukjae!!” emosi sungmin.

“AKU TIDAK BERPURA-PURA HYUNG! APA KAU TIDAK MENGERTI DENGAN APA YANG AKU UCAPKAN?!” teriak eunhyuk. Sungmin menatap tajam Eunhyuk dan bersiap menghantam wajah eunhyuk dengan tinjunya.

“hyuung! keumanhaeyo” tahan donghae dan kyu berbarengan memisahkan kedua orang ini. “kalian ini seperti anak kecil saja. Jika ada masalah bicarakan baik-baik. Araseo!” donghae mencoba menengahi “apa masalahnya sampai kalian berteriak-teriak tak jelas seperti tadi?” tambah kyu.

“tanyakan saja pada dia!” sungut sungmin. Donghae dan kyuhyun menuntut jawaban dari Eunhyuk, namun orang yang di maksud malah kebingungan.

“cih! Kau itu sudah bertunangan dengan Kim Hyeri, sepupu Chaeri! Kenapa kau mendekati Chaeri?! Yang sudah jelaskan dia itu yeojaku!” cerocos sungmin. Kyu dan donghae mendengarkan sungmin dengan seksama. “kau salah hyung. Tadi itu aku sedang—” eunhyuk mencoba meluruskan, namun ucapannya di potong oleh sungmin “mana ada seorang penjahat mengakui kejahatannya” sungut sungmin lagi-lagi.

“terserahmu saja! Aku sudah mencoba menjelaskan” giliran eunhyuk yang emosi.

BLAM!!

Eunhyuk membanting pintu kamarnya

“ada apasih sebenarnya?” bingung kyu. Sungmin tidak menjawab, dia pun masuk ke kamarnya dan tidak lupa dengan membanting pintu kamarnya

“kyu.. sepertinya pintu di dorm ini akan cepat rusak ya?” ujar donghae

++++

Sungmin meraih handphone dia meja sebelah tempat tidurnya dan menekan nomer yang sudah sangat dia hafal.

| “yeoboseyo oppa?” ucap yeoja diseberang telepon, siapa lagi jika bukan chaeri.

“kau tadi bersama eunhyuk?” tanya sungmin to the point.

“ne oppa. Waeyo?”

“aku tidak suka kau dekat dengannya, chagi”

“waeyo? Apa yang terjadi antara kau dan eunhyuk, oppa?”

“jangan pura-pura tidak tau chae-ya! Sudah kubilang aku tidak suka kau dekat dengan eunhyuk! Araseo!”

“oppa! Sungmin oppa! Wae gurae—” ||

Sungmin memutus teleponnya itu dengan penuh emosi. “chagiya.. kenapa kau tiba-tiba marah padaku? Dan kenapa kau begitu bahagia bersama hyukjae?” gumam sungmin

 

Lee Sungmin POV

Aku menundukan kepalaku dan tak dapat kutahan aku menitik airmataku. Ini pertama kalinya aku menangis karena seorang yeoja. Kau memang hebat, Oh Chaeri. Kau berhasil membuatku menjadi seorang yang lemah. Hanya kau chae-ya.

Tapi kenapa kau lakukan ini? Apa kau membenciku? Kenapa mesti hyukjae yang bisa membuatmu tersenyum lepas seperti tadi? Aku mencoba mengetikan sesuatu di handphoneku

|to: Nae Chae-ya

Chagiya.. niga saranghandago jinjja?

|from: Nae Chae-ya

Keurom. Nan jeongmal saranghandago. Wae oppa? Apa kau sedang sakit? Palli, istirahatlah! Aku tak akan membalas smsmu atau menjawab teleponmu sebelum kau istirahat. Oppa tidurlah, jaljayo my love :*

|to: Nae Chae-ya

Baiklah jika kau yang menyuruhku J ||

Tuhan.. kenapa kau kirim malaikat ini kepadaku? Aku tak bisa marah pada yeoja itu, aku terlalu mencintainya.

—–>

Sudah 14 hari aku tak saling menyapa dengan eunhyuk semenjak kejadian itu. Begitu juga dengan Chaeri, aku belum menatap wajah innocentnya itu. Bagaimana keadaannya ya? Aku sangat merindukannya.

Aku melamun disudut ruang latihan

“hyung apa kau sudah tau tentang keadaan chaeri?” ucap seseorang mengembalikan ku dunia nyata.

“oh kau. ada apa?” ujarku sinis “ada yang ingin aku bicarakan tentang kondisi chaeri padamu” ucap eunhyuk sambil mengambil posisi duduk disebelahku.

“aku dan chaeri adalah sahabat sejak lama dari sebelum aku debut SJ. Aku senang sekali chaeri bisa bersama hyung”

“ehm ya.. aku tak butuh cerita persahabatan kalian yang indah itu. Sekarang apa sebenarnya yang akan kau bicarakan padaku?” ucapku memotong ceritanya

“kondisi kesehatan chaeri. ”

“maksudmu? Dia sehat-sehat saja”

“memang terlihat seperti tidak terjadi apa-apa, tapi organ tubuhnya sudah sangat lemah. Tiap hari dia meringis kesakitan dihadapanku karena penyakit kankernya yang sudah lama dia derita. Dia sengaja tidak memberitahumu karena dia cemas kau akan mengakhawatirkannya dan merusak schedulemu. Sejak 1 minggu yang lalu dia tak sadarkan diri di RS. Sebenarnya dia melarangku untuk menceritakan ini padamu. Tapi aku tidak bisa terus-terusan menyembunyikan hal yang harus kau tau” jelas eunhyuk sendu. Aku tak percaya dengan apa yang baru aku dengar. Aku kehilangan kontrol emosiku, aku meraih kunci mobilku dan langsung melesat ke RS yang dimaksud Eunhyuk.

YA!! CHAE-YA kenapa tak memberitauku sebelumnya hah??!!

—>

Akhirnya aku menemukan ruangan dimana chaeri berada. Aku berada dia ruang UGD, disana ada kedua orang tua chaeri dan Oh Chaehyun kakak Chaeri. Aku memanggil mereka dengan naada panik dan nafas tersengal.

“sungmin-a kenapa kau baru datang?” tanya ahjussi

“jusungeyo. Aku sama sekali tidak tau tentang ini, chaeri tidak memberitauku. Aku kesini karena diberitau hyukjae” jawabku menahan tangis.

“araseo, maafkan chaeri. Dia memang begitu” ujar ahjussi

Ah! Perasaanku berkecamuk antara sedih, marah, khawatir, kecewa dan sakit hati. Kenapa dia tidak memberitahu namjanya sendiri? Kenapa dia lebih memilih eunhyuk untuk menjadi tempat sandarannya? Apa aku sama sekali tidak berarti untuknya?

Sudahlah.. yang penting saat ini adalah bagaimana keadaan chaeri di dalam

“paboya! Sungmin paboya. Kenapa kau sampai tidak tau hah?! Dasar bodoh!” aku merutuk diriku sendiri. Aku terduduk lemas di kursi sebelah chaehyun hyung.

“hyung, sebenarnya apa yang terjadi pada chaeri?” kataku

“apa anak itu benar-benar tidak memberitahumu?” chaehyun hyung balik bertanya, aku hanya menggeleng. “narawa” titah chaehyung hyung untuk mengikutinya. Aku mengikutinya dari belakang, hingga kami berdua berhenti di koridor yang sepi yang hanya ada kita berdua disana.

Chaehyun hyun menarik nafas panjang

“chaeri mengidap kanker hati dan sudah stadium akhir yang ia derita sejak duduk di kelas SMP. 1 bulan yang lalu dokter memvonis hidupnya tak akan lama lagi. Dia tak dapat menahan sakitnya, hingga Appa membawanya ke RS. Puncaknya hari ini, entahlah apa yang terjadi menurut umma tadi chaeri tiba-tiba muntah darah padahal kondisinya sedang membaik dan dia sempat menyuruh umma untuk memanggilmu kemari.” Jelas chaehyun hyung. Seluruh tubuhku lemas mendengar chaeri sedang dalam kondisi kritis. Jinjja! Mungkin orang-orang akan menilaiku sebagai namja yang cengeng, lemah dan apapun itu. Tapi sungguh, aku benar-benar sedih tau yeojachinguku mengidap penyakit parah seperti ini dan aku tidak tau apa-apa tentang ini. Aku kecewa.

“MWO.. MWORAGO?!! ITU TIDAK MUNGKIN! ANDWE!!” histeris ahjumma. Aku dan chaehyun langsung berlari ke depan ruangan tadi. Terlihat ahjussi sedang merangkul ahjumma yang tak henti-hentinya memanggil nama anak perempuannya, Oh Chaeri. Dokter pun meninggalkan ruangan. Ada apa ini?

Chaehyun hyung mengejar dokter itu, menanyakan apa yang terjadi sebenarnya. Chaehyun terlihat kaget. Dia kembali dengan ekspresi yang tak dapat kubaca.

“kau harus merelakannya sungmin-a” katanya sambil menepuk pundakku dan menitikan airmatanya

“wae wae gurae!!” tanyaku menuntut jawaban

“chaeri.. chaeri…” chaehyun hyung tidak melanjutkan ucapannya. Aku mengguncang tubuhnya, menuntut jawabannya. “APA MAKSUDMU?!!”

“chaeri….” dia kembali terdiam dan mengambil nafas panjang dan menghembuskannya

“chaeri.. tak bisa menemani kita lagi, dia sudah pergi….. untuk selamanya” ucapnya di iringi isakan tangis.

“ANDWE!!” aku tak dapat menerima ini. Aku langsung menerobos masuk ke ruangan yang ada di depanku ini. Terlihat chaeri terbaring tak bernyawa. Seluruh tubuhku membeku melihat yeoja yang paling aku cintai meninggalkanku…. selamanya

“jangan!” teriaku pada perawat yang sedang menutup tubuh chaeri dengan kain putih. Perawat itu terdiam melihat sosokku. Aku  berlari ke arah chaeri. Aku menggenggam tanganya, dingin. Aku tak dapat merasakan lagi genggaman tanganya yang hangat. Aku membelai wajah chaeri, pucat. Aku tak bisa lagi melihat wajah aegyomu. Aku memeluk tubuhnya, lemah. Aku tak dapat lagi memeluk tubuh mungilmu. Aku tak bisa menerima ini.

Kajima Chaeri! Kajima!

“ireona chagi.. Ireona! Aku sudah datang. Apa kau tidak ingin melihat namjamu ini, chagi? Ireona palli” kataku sambil menguncang-guncang tubuhnya, konyol memang.

“YA!! IREONA PALLI! IREONA CHAGI! IREONA!” teriaku frustasi.

“maaf tuan, kami harus membawanya”ucap seorang perawat itu menutup wajah chaeri dengan kain putih dan membawanya pergi keluar ruangan.

“kajima! Kajima jebal chaeri-ya! Dashi naegero jebal! Nan ajik yogi ittneunde” lirihku

Aku keluar ruangan, aku tak bisa merasakan derap langkahku sendiri. Bagaimana aku bisa merasakan semua? Disaat aku kehilangan separuh nyawaku. Bagaimana bisa?

“hyung?!” teriak seseorang suaranya sangat kukenal. Oh ternyata member SJ ada disini dan beberapa keluarga chaeri termasuk hyeri ada disini.

“hyukie” aku memeluk eunhyuk yang sedang menangis sesegukan “maafkan aku” lirihku

“gwenchana hyung” jawabnya sambil balik memeluku. Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan eunhyuk.

“sungmin-a…”

“sungmin hyung..”

Kurasakan para member SJ memeluku. Banyak yang menyayangiku tapi aku sama sekali tak merasakannya, hampa sudah semuanya.

—->

“kau berbohong chagiya!” lirihku. Airmataku terus mengalir mengantar chaeri pergi. Kini hanya tinggal aku, eunhyuk dan hyeri di pemakaman chaeri. “kau berjanji akan selalu berada disampingku. Tapi kau malah pergi meninggalkanku tanpa sepatah katapun. Kau jahat” ucapku (lagi).

“baru pertama kali aku melihat sungmin oppa, menangis seperti ini” bisik hyeri pada tunangannya “nado..” jawab eunhyuk. Aku dapat mendengarnya.

“hyung ini sudah malam. Sebaiknya kita pulang” ajak eunhyuk.

“andwe. Aku akan disini menemaninya.. dia tidak suka sendiri” jawabku

“chae-ya akan lebih tidak suka jika oppa terus-terusan seperti ini. Kajja oppa kita pulang” giliran hyeri yang mengajakku.

Aku diam sejenak. Lalu berdiri disamping eunhyuk “kajja, 혁 kita pulang”

—->

Aku membuka surat terakhir Chaeri untuku ysng dia titipkan pada hyeri. Ah! Aku benar-benar harus berterimakasih padanya.

 

Aku membuka surat yang terlihat lusuh itu.

 

 

Annyeong oppa ^^!

Oppa ini aku Oh Chaeri, orang yang mencintaimu lebih dari orang tuamu, sweet pumpkins bahkan semua tak bisa mengalahkan cintaku untukmu, hahahahaha ^^. Apa kau sedang membaca ini? Emm, kertas ini sepertinya sangat lusuh ya? Habis, airmataku tak mau berhenti, aku lelah mengganti kertas terus, kalau tidak salah sudah ratusan kali aku mengganti kertas.

Ah, maafkan aku, mungkin saat kau membaca ini aku sudah tidak ada disini, maafkan aku. Oppa, kau tau tidak bahagianya aku mempunya namjachingu sepertimu?

 

ya, kau pasti tau jawabannya kan? Aku haruslah sangat bahagia punya namja chingu seorang lee sungmin, betul tidak? Aku sama sekali tak ingin kau pergi. Aku ingat janji kita, bahwa kita akan selalu bersama selamanya, dan aku juga masih ingat perkataanmu waktu itu “aku ingin kita bersama selamanya, sampai kita punya anak cucu banyaaaak” masih segar di pikiranku padahal itu kan sudah lama.

Kadang-kadang aku ingin pamer pada teman-temanku kalau aku adalah yeojachingu lee sungmin idola kalian hahaha. Tapi urung kulakukan karena aku bukan mencintai Sungmin super junior tapi aku mencintai lee sungmin yang seorang Martial Art Boy, seorang yang tidak bergantung pada nama super junior hanya Lee Sungmin.

 

 

Maafkan aku oppa, aku tak bisa menepati janjiku untuk selalu bersamamu dan aku tak bisa menjadi Ibu dan Nenek dari anak cucu oppa. Apa kau kini sudah tau yang sebenarnya? Pasti kau marah padaku kan karena aku tak memberitahumu? Ku mohon maafkan aku ya oppa. Saat it, tanggal 5 Mei 2010 (sudah lama ya? ) hari yang masih segar dalam ingatanku, kau menyatakan perasaanmu padaku di dorm SJ saat aku sedang mengantar Hyeri. Kau tiba-tiba memanggilku ke ruang tengah dan mengumpulkan semua member disana, kemudian kau menggenggam tanganku dan berkata “Oh Chaeri.. Saranghaeyo. Would you be my girlfriend?” Hahaha, aku benar-benar ingat semuanya, tatapanmu, wajah merah padammu dan hembusan nafas yang menderu masih bisa aku rasakan dengan jelas. Hari itu juga aku menjadi yeojachingumu, kau menciumku di depan member Sj dan Hyeri. Hey! Itu first kissku kau mengambilnya tanpa izin! Sungguh, aku sangat malu saat itu dasar nappeun namja 😛

Waktu bergulir sangat cepat, tak terasa sudah satu tahun kita bersama meskipun tak dapat pengakuan dari para fansmu -_-“.

Aku akan memberitahumu sekarang, meskipun sudah telat.

Aku mempunyai penyakit kanker hati sejak aku SMP, aku sempat sembuh. Tapi tiba-tiba kanker itu muncul lagi dan sudah sampai stadium akhir dan parahnya lagi aku mengetahui ini saat aku sudah dewasa seperti sekarang. Ohya, tolong sampaikan terima kasihku pada Hyukjae dan Hyeri ya. Karena berkat dia nyawaku bisa tertolong (saat itu), waktu aku sedang mengunjungi dorm mu dan sedang menunggumu, aku di dorm bertiga bersama hyukjae dan hyeri, tiba-tiba uluhatiku kembali terasa sakit, aku tak dapat menahan sakitnya hingga akhirnya aku jatuh pingsan dan yaa sejak itu aku tau bahwa ‘sialan’ itu datang kembali dan sudah merusak organ tubuh pentingku.

Aku mulai menjalani pengobatanku lagi, tapi hasilnya nihil. Aku malah semakin terpuruk dalam kondisiku. Sampai akhirnya dokter memvonis hidupku tak akan lama lagi, aku pastilah sangat sedih. Aku tak bisa membahagiakan kedua orangtuaku dan chaehyun oppa, aku tak bisa bersama sahabat-sahabatku, aku tak bisa berlatih beladiri lagi, tak bisa pergi nonton sama hyeri, dan yang paling penting aku tidak bisa bersamamu Sungmin Oppa. AKU KESAL! Aku ingin marah pada Tuhan, kenapa aku? Apa dia marah padaku?  Aku sempat depresi karena ini, kau pasti ingatkan waktu itu kau mengajakku pergi tapi Chaehyun oppa yang menemuimu dan bilang aku tidak bisa pergi. Aku terus menjauhimu. Tak lain, hanya agar kau membenciku dan melupakanku. Karena orang yang kita benci mudah untuk dilupakan bukan?

Aku tak memberitahumu karena aku takut kau khawatir dan malah merusak kariermu karena aku tau sifatmu. Pasti kau menyebutku egois. Aku bukan yang terbaik untukmu. Kau jangan menangisiku, aku sedih jika kau menangis karena yeoja egois sepertiku. Aku tak pantas untukmu. Kuharap kau dapat menemukan gadis yang lebih pantas dibanding denganku, aku yakin d^^b.

Aku tak dapat menahannya oppa! Rasa sakit ini selalu muncul. Bahkan saat aku menulis ini aku sedang meringis kesakitan. Tapi kini aku sadar, Tuhan bukan marah padaku. Tuhan sangat merindukanku hingga ia memanggilku untuk bersama disisinya. Aku harus pergi oppa, jaga kesehatan ya jangan lupa terus latihan martial aku ingin melihatmu menjadi master di atas sana ^^. Mungkin kita akan bertemu lagi di kehidupan selanjutnya. Aku berjanji di kehidupan selanjutnya aku akan menepati janjiku.

Aku harus pergi, maafkan aku atas semuanya yang telah membuatmu kecewa. Ohya! Satulagi KAU JANGAN MENANGIS! Kalau kau menangis kau akan membuat kertas ini makin lusuh dan tidak bisa terbaca lagi, susah aku membuat ini XD

 

Annyeong oppa.. Mianhae.. Gamsahae.. Saranghae :* 

 

 

 

Aku melipat kembali kertas itu, aku mengacak rambutku frustasi. Kenapa kau tak memberitahuku? Kau telah membuatku sakit, chaeri. Kau kejam chaeri! Meninggalkanku dan hanya tingglak sepucuk surat saja, kau memang egois. Tapi aku mencintaimu, aku tak dapat membenci dan melupakanmu, maaf. Aku tak bisa mengabulkan permintaanmu.

Aku menangis sejadi-jadinyasambil terus memanggil-manggil nama chaeri. Aku memang lemah karenanya. Pertahananku runtuh, aku pingsan.

++++

“ya! Sungmin oppa, sudah kubilangkan jangan menangis! Kenapa kau malah menangis?! Uljimayo oppa”ucap seorang gadis manis dihadapanku, siapa lagi kalau bukan kau Oh Chaeri. Aku ada dimana? Disini hanya ada sebuah ruangan putih yang sangaaaaaaaaaaat nyaman

“chae-ya.. kau sangat cantik, tidak seperti biasanya kau seperti malaikat” cerocosku, dia hanya tersenyum menanggapiku. “aku ingin tetap berada disini” tambahku

“andwe oppa! Kau harus kembali. Kembalilah, semua membutuhkanmu. Ini permintaan terakhirku, kembalilah dan carilah gadismu okay? Percayalah, aku akan selalu ada di sisimu. Sekarang kembalilah” ucap chaeri lembut, menatap dalam kedua mataku.

“selamat tinggal” ucapnya lagi kini dia benar-benar menghilang.

“sungmin-a.. sungmin-a” suara kyuhyun memanggil namaku. Perlahan aku membuka kedua mataku  yang terasa berat.

“sungmin-ah kau sudah siuman?! Ah syukurlah, kupikir kau….” ujar leeteuk hyung menghambur memeluku. “memangnya kenapa?” ucapku

“kau tak sadar? Kau itu pingsan tak ingat waktu ya! Kau itu pingsan selama 5 hari.” Rutuk heechul hyung. “yaa. Mana ada orang pingsan, sadar. Bodoh!” bisik eunhyuk

Aku tersenyum melihat satu per satu wajah-wajah sahabat ku ini, Super Junior.

—————> (six years later)

 

Hari ini aku sedang di pesta pernikahan hyukjae dan hyeri. Para member SJ semua membawa yeojanya, aku  iri tak bisa menggandeng chaeri. Tinggal aku yang belum menemukan pengganti chaeri. Sebenarnya, aku belum sepenuhnya melupakan chaeri, tapi aku sudah merelakannya.

“hai! Hyeri, sudah lama tak bertemu. Kau semakin cantik ya haha..” ucap seseorang memeluk hyeri, aku mendekat hanya untuk sekedar mendengar pembicaraan mereka.

“hai Eunhee, kau sudah kembali? Kenapa tidak memberitahuku? Kau sehat-sehat saja kan di jepang?” tanya hyeri

“iya, senang sekalinya. Akhirnya yang pertama kali menikah itu kamu dari kita bertiga” ucapnya. Uh? Bertiga?

“aku juga tidak menyangkanya, kukira chaeri yang duluan. Tapi..” hyeri tak melanjutkan katanya

“yaa.. sudah-sudah, jangan membuat chaeri sedih.. kau harus bahagia di hari istimewa mu ini. Kasian kan suamimu jika kau malah bersedih di hari istimewa haha.. ” yeoja bernama eunhee itu mencubit pipi hyeri.

Aku memperhatikan wajah gadis itu, tatapan lembutnya, tutur katanya dan derap langkahnya sangat persis dengan chaeri. Aku seperti menemukan bayangan chaeri dalam dirinya.

“ehem? Hyung kau melihat siapa sih sampai tidak berkedip seperti itu.. biar kutebak! Kau melihat eunhee ya?” ucap donghae tiba-tiba, mengagetkanku saja.

“dia siapa? Kau kenal?” ucapku menunjuk pada gadis itu.

“aigoo, hyung. Kau lupa? Itu sahabat chaeri dan hyeri. Kau juga pernah mengantarnya ke bandara saat dia pergi ke jepang kan bersama chaeri dan hyeri. Apa kau tidak ingat?” ujar donghae mengingatkan.

“jinjjayo?” tanyaku tidak percaya. “ah.. sudahlah! Ayo kita kesana” delik donghae mendorongku berjalan kearah gadis bernama Eunhee.

Kami bertiga (aku, donghae dan eunhee) sedikit berbincang ringan. Ada apa denganku? Seperti ada sesuatu yang mengatakan bahwa ialah pengganti Oh Chaeri. Ya! Chae-ya apa kau yang melakukannya diatas sana?

THE END

“ne, oppa aku yang melakukannya. Aku yakin sahabatku park eunhee adalah gadis terbaik untukmu..” aku Oh Chaeri

——————————–A.I.Y.S——————————

[KyuMin] Hard To Say Goodbye chapter 2

 

Tittle : Hard To Say Goodbye Chapter 2

Author : Lidya

Cast :

  • Kyuhyun
  • Sungmin
  • Heechul

Rating : T

Genre : Romance, Angst

Length : Chaptered

ada yang kangenn ama sayaa?? *jiaahh geer* hahah.. maaf yaa saya jarang muncul. soalnya kan saya udah kelas 3 *alasan* okehh, baiklah, daripada saya banyak ngemeng mending langsung baca ajaa.. dan saya rasa ini gak kerasa angstnya.. hahaha ~~ Continue reading